http://santosjayaabadi.co.id/factoryoutlet/contents/images/lg/posts/POST_4_Racikan_Kopi_Tradisional_Indonesia_nan_Nikmat_(20200407022959).jpg

4 Racikan Kopi Tradisional Indonesia nan Nikmat

Kopi adalah salah satu minuman tradisi di Indonesia. Beberapa racikan kopi dalam negeri bahkan mempunyai rasa yang sama lezat dengan racikan kopi luar negeri seperti Americano, espressoes kopi jeli , dan lain sebagainya. Teknik penyajian kopi di Indonesia juga bervariasi tergantung dengan daerah masing-masing. Namun, perbedaan cara penyajian inilah yang membuat kopi racikan tradisional mempunyai rasa yang lezat.

Meskipun sudah banyak racikan kopi yang modern, namun ternyata masih banyak orang yang menyukai racikan kopi secara tradisional. Berikut beberapa racikan kopi tradisional favorit banyak orang.

1. Kopi Jahe

Kopi jahe tak hanya nikmat untuk di minum, namun ternyata kopi jahe mempunya manfaat loh.
Kopi 
memang mengandung zat yang mampu menurunkan kadar nyeri. Hal itu sudah dibuktikan dengan banyaknya obat pereda nyeri yang di dalamnya terkandung kafein.

kekuatan kopi dalam meredakan nyeri ini tak dikeluarkan maksimal. Ada kandungan lain yang ternyata sangat ampuh meredakan nyeri terutama nyeri otot jika dikonsumsi bersama kopi. Jahe menurut para peneliti dari gabungan universitas di Amerika Serikat kandungan jahe menyempurnakan kopi dalam meredakan nyerti tersebut.

2. Kopi Arang

Kopi arang mudah ditemukan di sekitar Stasiun Tugu, Yogyakarta. Pada dasarnya, kopi arang adalah kopi hitam dengan celupan bara panas ke dalamnya. 

Arang yang dipakai dalam kopi dinilai aman lantaran bermanfaat sebagai pengikat racun yang ada di dalam tubuh peminumnya. Tak heran, karbon aktif juga dimanfaatkan dalam berbagai kuliner lainnya, seperti es krim. 

Warung kopi arang yang paling terkenal di Yogyakarta adalah Kopi Joss. Pemilik kedai itu menggunakan teknik pembuatan kopi tradisional dengan memanfaatkan ceret. Rasanya membawa memori rasa ke masa lalu.

3. Kopi Talua

alua ternyata juga punya versi racikan kopinya. Kombinasi kopi dan telur dari Minangkabau itu dinamakan kopi talua. Cita rasanya manis gurih yang khas dengan buih yang lembut.

Meskipun sama-sama menggunakan kuning telur, ada beberapa hal berbeda dalam teknik peracikan kopi talua jika dibandingkan dengan teh talua. Perbedaan tersebut di antaranya pada tahap pengocokan telur.

Pada kopi talua, kuning telur yang telah terpisah dari putihnya dimasukkan dalam gelas berisi susu kental manis dan ditambahkan satu sendok teh bubuk kayu manis. Campuran ini kemudian dikocok hingga mengembang, lalu ditambahkan air seduhan kopi yang mendidih.

Air seduhan kopi yang mendidih inilah yang berfungsi mematangkan telur saat pengocokan berlangsung. Proses ini menciptakan tekstur buih yang lembut pada minuman ini.

4. Kopi Rarobang

Racikan kopi tradisional yang ini mungkin kurang familiar bagi banyak warga di Indonesia. Tapi, rasa kopi rarobang tak boleh disepelekan, sekilas mengingatkan pada rasa minuman bandrek yang ada di Jawa Barat.

Bahan utama kopi rarobang adalah kopi arabika yang kemudian dicampurkan berbagai rempah dari tanah Maluku. Rempah-rempah yang digunakan adalah jahe, cengkih, kayumanis, dan serai. Ditambah gula pasir, semuanya direbus dalam air hingga mendidih.

Sementara itu, siapkan irisan kacang kenari untuk nanti ditaburkan di atas minuman kopi. Bila menyukai kopi susu, sedikit susu kental manis juga bisa dicampurkan ke dalamnya. 

Minuman ini dapat memberikan ketenangan sekaligus memulihkan kondisi tubuh yang lelah setelah seharian bekerja. Itu sebabnya kopi Rarobang biasa dinikmati sore hari ketika para pekerja baru saja pulang dari pekerjaan mereka.

Narasumber : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4198909/4-racikan-kopi-tradisional-indonesia-nan-nikmat-untuk-rayakan-hari-kopi-nasional

 

Bagikan News Ini